Halaman ini sudah dilihat oleh: 921 orang,

Empat tanda bangsait

Tahu di nan Empat tanda-tanda bansaeit


1. Kurang iman
2. Kurang ilmu/informasi
3. Kurang harta
4. Kurang bugar/sehat

Dalam bahasa Minang seorang anggota masyarakat yang kurang memiliki sesuatu disebut sebagai orang bansait.

Berbeda dengan kata miskin yang biasa dipakai dalam bahasa Indonesia untuk merujuk kepada orang yang kurang harta, maka bangsait bukan hanya kekurangan materi saja.
Tapi lebih dari itu, yaitu kurang empat unsur yang disebutkan di atas.

Dalam bahasa Indonesia bansait diucapkan sebagai bangsat, yaitu ucapan makian kepada seseorang yang berperilaku buruk.

Tak ada manusia yang sudi disebut sebagai bansait ataupun dipanggilkan bangsat.

Sebaliknya ada orang-orang yang mau disebut sebagai kaum miskin, karena kosakata ini berkaitan dengan orang-orang yang perlu disantuni dengan bahan makanan tanpa perlu bekerja.
Bahkan kaum Komunis memanipulasi perkataan miskin untuk kepentingan kekuasaan kelompoknya.

Kekurangan harta yang dalam bahasa Indonesia disebut miskin, tak bisa dilihat dari sudut penguasaan materi yang dimiliki saat ini saja, tapi berkaitan erat dengan kekurangan tiga unsur lainnya.

Orang kekurangan harta tak mungkin dijadikan kaya apabila, dia tetap bodoh, tidak mengenal berhitung angka, tak sehat apalagi tak beriman.

Pengalaman sehari-hari menunjukkan betapapun besarnya uang yang dimiliki penjudi yang menang; dia akan segera tak punya uang kembali, oleh sebab itulah dia dapat disebut sebagai orang yang bangsat.

Kekurangan harta, hanya dapat diatasi dengan peningkatan pendidikan bukan dengan memberikan bahan makanan secara insidentil.
Oleh karena itu lebih tepat kiranya pemahaman bansait dimasyarakatkan karena mencakup ke empat aspek kurang yang saling berkaitan satu dengan lainnya.

Kalau Dunsanak setuju dengan pesan Tahu pada nan Empat ini, tolong di Like & Send atau di Tweet

Tweet

Kembali ke daftar judul     Kembali ke Halaman Utama