Halaman ini sudah dilihat oleh: 875 orang,

Tahu pada nan empat faktor yang menjadi penghambat berpikir

1. Keterikatan pada tradisi
2. Tidak punya cukup data
3. Sikap memihak yang emosional
4. Tidak mengusai bahasa

Berpikir artinya menggunakan akal-budi atau menggunakan rasa dan periksa untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu.
Fikir berasal dari bahasa Arab, sedangkan rasa-periksa bahasa ibu yang dapat dipahami dengan bahasa tubuh seseorang.

Dengan berpikir manusia diberi tanggung jawab untuk menjadi penguasa bumi oleh Allah.
Pikiran manusia mengalami kemajuan luar biasa.
Tapi ada pula kelompok masyarakat yang tidak mengalami kemajuan karena tidak menjadikan berpikir sebagai aktifitas mereka.
Hal tersebut dapat disebabkan empat faktor tersebut di atas.

1. Hambatan proses berpikir karena keterikatan kepada tradisi.
Ini disebutkan dalam Al-Quran 2:170 : Dan apabila dikatakan kepada mereka; Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah, mereka menjawab tidak, tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapatkan dari nenek moyang kami. Apakah mereka akan mengikuti juga, walaupun nenek moyang mereka tidak mengetahui sesuatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk.

2. Seringkali terjadi kekacauan masyarakat karena berita yang tidak akurat.
Data mengenai kuantitas dan kualitas dari kejadian/peristiwa tidak tepat, sehingga sulit untuk mengambil kesimpulan.
QS. 10:36 : Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali perasangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

3. Di dalam budaya sekelompok masyarakat Indonesia ada satu kata yang mencerminkan sikap memihak yang emosional.
Seringkali diucapkan kata pokoke atau pokoknya.
Sikap kesetiaan kepada pemimpin yang membabi buta, tanpa landasan nalar disebutkan dalam QS. 28:50 : Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanya mengikuti hawa nafsu mereka (belaka).
Padahal nafsu tersebut harus dikendalikan oleh otak yang berpikir.

4. Faktor yang penting sebagai penghambat berpikir yang keempat adalah tidak dikuasainya atau dipahaminya bahasa.
Menurut QS. 2:50 : Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya.
Lihat juga Tahu di nan empat bahasa.

Kalau Dunsanak setuju dengan pesan Tahu pada nan Empat ini, tolong di Like & Send atau di Tweet

Tweet

Kembali ke daftar judul     Kembali ke Halaman Utama