Halaman ini sudah dilihat oleh: 2047 orang,

Nan Ampek Sikap sebelum berbuat Nan sikap diri sebelum melakukan sesuatu

1.Berpikir- menjadi pelita hati
2.Tenang- menjadi hulu bicara
3.Diam- muncul seribu akal
4.Sabar- hasil benar/pasti datang

Berpikir Pelita Hati

Keadaan hati atau kalbu manusia selalu berubah-ubah setiap saat.
Tak seorangpun mengetahui isi hati orang lain dengan pasti.,br>Manusia hanya mampu melihat sikap, perilaku seseorang dari luar saja.

Putih kapas dapat dilihat, putih hati dilingkungi keadaan
Artinya hanya hal-hal yang terlihat dengan mata saja yang dapat dipastikan, sedangkan hati manusia tidak bisa diterka, tergantung keadaan iman.
Untuk membuat putih hati diperlukan pelita yang mampu meneranginya yaitu pikiran atau akal yang dituntun oleh zikir, ingat kepada Allah SWT.
Pikir dahulu yang akan didapat
Hati-hati sebelum kena
Setiap perbuatan ada akibat
Sesal kemudian tak berguna

Tenang Hulu Bicara

Salah satu alat penyaluran hasil kerja akal ialah berbicara atau berkata menggunakan kato.
Untuk berbicara dengan baik dibutuhkan ketenangan.
Kegelisahan yang disebabkan emosi sangat mempengaruhi cara bicara.
Kegelisahan mengakibatkan denyut jantung bertambah, frekuensi pernafasan naik.
Kuasailah diri dengan latihan pernafasan secara teratur, sehingga syaraf symphatis dan parasymphatis yang mengatur denyut jantung dan tarikan napas dapat dikendalikan.
Tubuh jadi tenang dan kegugupan hilang.

Kabar orang pasar, berita bergalau
Ucapan orang alim, kata hakikat
Tak usah bicara sampai parau
Ketenangan hati, pangkal cermat

Diam Seribu Akal

Akal merupakan alat untuk berpikir.
Pikir ialah akal budi, ingatan, angan-angan, pendapat, pertimbangan, memutuskan sesuatu, menimbang-nimbang dalam ingatan, mempedulikan, kata dalam hati. Karena akal terdiri dari beribu-ribu elemen, maka perlu suasana diam-sunyi, agar dapat berkonsentrasi, mengingat dan menyimpulkannya dalam bentuk akal yang baik atau buruk.

Kalau sabar, benar yang datang

Bila sabar, benar datang
Membuat SK tak usah tergesa
Perlu ditimbang pagi dan petang
Supaya yang betul, tidak binasa

Tuhan senang orang yang sabar
Dalam usaha tak kenal menyerah
Harta benda bisa terbakar
Mungkin itu peringatan Allah

Sabar itu bukannya takut
Ukuran dimensi hanyalah waktu
Jangan selalu jadi penurut
Kecuali pada Tuhan Yang Satu

Orang tak sabar hukumnya dosa
Maunya cepat mencari untung
Sering berspekulasi dalam usaha
Akhirnya rugi jadi buntung

Kalau tak mau disebut melacur
Sifat buruk dilakukan manusia
Lakukan usaha dengan teratur
Ikuti adat, hukum dunia

Kalau Dunsanak setuju dengan pesan Tahu pada nan Empat ini, tolong di Like & Send atau di Tweet

Kembali ke daftar judul     Kembali ke Halaman Utama